Pagi itu udara di kotaku terasa segar dan cuaca cerah. Aku kaget banget ketika tiba-tiba Gus Syiroth memanggilku dengan suara yang cukup keras.
"Ada apa Gus?" jawabku.
"Ayo ikut saya bersepeda ke puncak" katanya dengan kalem tanpa menunjukkan kesan menyesal karena sudah mengagetkanku.
Begitu mendengar ajakannya, aku semakin kaget dan terdiam sejenak, sambil berpikir.
"Nggak waras ta (= gila) Gus Syiroth ini?" gumamku dalam hati.
Masalahnya, aku bersepeda pancal sedang Gus Syiroth bersepeda motor dan mengajak bersepeda bersama-sama ke puncak. Apalagi katanya satu jam sudah sampai, sementara jarak ke puncak sekitar 40 kilometer.
"Kenapa ?" tanya nya.
Dan aku hanya diam, diam, diam dan diam.
Tentu anda pembaca cerita di atas juga setuju denganku bahwa Gus Syiroth gila.
Lantas aku bertanya :
Tapi jika ............
Tapi jika yang diucapkan oleh Gus Syiroth tersebut benar, maka siapakah yang gila ?
Aku-lah yang gila.
Akulah yang salah melihat sepeda (=potensi) yang aku punya adalah sepeda pancal.
Sedang Gus Syiroth melihat sepedaku (=potensiku) adalah sepeda motor.
Aku kadang salah, under estimate, melihat potensiku.
Salam Selamanya,
Yasin Yangdi
Sabtu, 25 Agustus 2007
YES or NO game
Pada saat acara seminar pengembangan diri di kota ku, pembicara saat itu memulai dengan ucapan "JADILAH GELAS KOSONG" yang siap menerima informasi, motivasi, atau inspirasi.
"JANGAN JADI GELAS YANG SUDAH TERISI PENUH" karena informasi baru yang mau masuk udah tidak punya tempat lagi, dan akhirnya tumpah.
TAPI .............
Bagaimana jika ternyata informasi yang masuk ke "gelas" kita adalah informasi yang tidak membawa manfaat pada sekian tahun kemudian ?
Bahkan mencelakakan hidup kita dan orang-orang yang kita cintai. Bukankah tidak setiap informasi yang masuk otomatis benar ?
KARENA ITU .........
Jadilah gelas yang pandai membuka dan menutup pada saat yang tepat. Tidak membuka terus-menerus dan tidak menutup terus-menerus.
LALU .........
Kapan membuka diri ..... dengan berkata : YES ! Kapan menutup diri ....... dengan berkata : NO
Salam selamanya,
Yasin Yangdi
"JANGAN JADI GELAS YANG SUDAH TERISI PENUH" karena informasi baru yang mau masuk udah tidak punya tempat lagi, dan akhirnya tumpah.
TAPI .............
Bagaimana jika ternyata informasi yang masuk ke "gelas" kita adalah informasi yang tidak membawa manfaat pada sekian tahun kemudian ?
Bahkan mencelakakan hidup kita dan orang-orang yang kita cintai. Bukankah tidak setiap informasi yang masuk otomatis benar ?
KARENA ITU .........
Jadilah gelas yang pandai membuka dan menutup pada saat yang tepat. Tidak membuka terus-menerus dan tidak menutup terus-menerus.
LALU .........
Kapan membuka diri ..... dengan berkata : YES ! Kapan menutup diri ....... dengan berkata : NO
Salam selamanya,
Yasin Yangdi
AKU NGGAK TAKUT
AKU MANUSIA BEBAS
AKU MANUSIA MERDEKA
AKU MANUSIA PEMBERANI
AKU BUKAN MANUSIA PENAKUT
Benarkah itu ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Ingatkah anda bahwa anda takut makan sambal yang pedas ketika anda melihat teman anda yang sedang terbaring sakit mag nya kambuh gara-gara makan sambal.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi, di saat anda melihat mobil nya almarhum Taufiq Savalas yang ringsek gara-gara bertabrakan dengan truk barang.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda mengatakan anda takut pulang malam sendirian, ketika anda melihat tetangga anda yang baru saja dirampok di saat pulang malam sendirian.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut makan jerohan di saat anda sedang merasakan nyeri di lutut gara-gara asam urat anda kambuh.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut berbuat korupsi ketika anda melihat tayangan TV tentang para koruptor yang dipenjara.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut berbuat dosa ketika anda sedang memiliki kesadaran akan adanya malaikat pencatat di kanan-kiri anda yang tak kenal kompromi.
Bukankah anda manusia penakut ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Dan anda adalah orang yang benar. Bukan masalah takut atau berani. Tapi kita takut pada apa ?
Berani pada apa ?
Jika cocok atau sesuai, maka .......
ANDA adalah ORANG YANG BAHAGIA
Salam selamanya,
Yasin Yangdi
AKU MANUSIA MERDEKA
AKU MANUSIA PEMBERANI
AKU BUKAN MANUSIA PENAKUT
Benarkah itu ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Ingatkah anda bahwa anda takut makan sambal yang pedas ketika anda melihat teman anda yang sedang terbaring sakit mag nya kambuh gara-gara makan sambal.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi, di saat anda melihat mobil nya almarhum Taufiq Savalas yang ringsek gara-gara bertabrakan dengan truk barang.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda mengatakan anda takut pulang malam sendirian, ketika anda melihat tetangga anda yang baru saja dirampok di saat pulang malam sendirian.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut makan jerohan di saat anda sedang merasakan nyeri di lutut gara-gara asam urat anda kambuh.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut berbuat korupsi ketika anda melihat tayangan TV tentang para koruptor yang dipenjara.
Bukankah anda manusia penakut ?
Masih ingatkah anda, bahwa anda takut berbuat dosa ketika anda sedang memiliki kesadaran akan adanya malaikat pencatat di kanan-kiri anda yang tak kenal kompromi.
Bukankah anda manusia penakut ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Bukankah anda manusia penakut ?
Dan anda adalah orang yang benar. Bukan masalah takut atau berani. Tapi kita takut pada apa ?
Berani pada apa ?
Jika cocok atau sesuai, maka .......
ANDA adalah ORANG YANG BAHAGIA
Salam selamanya,
Yasin Yangdi
Langganan:
Komentar (Atom)